“Baliklah dan katakanlah Hizkia, raja
umat-Ku: Beginilah Firman TUHAN, Allah Daud, bapa leluhurmu: Telah
Kudengarr doamu dan telah Kulihat air matamu; sesungguhnya Aku akan
menyembuhkan engkau; pada hari yang ke tiga engkau akan pergi ke rumah
TUHAN". (ayat 5).
|
Lalu, apa yang seharusnya kita lakukan untuk terlepas
dari penderitaan hidup ? Bagi orang percaya ‘doa’ merupakan “ekspresi hati”
yang ditujukan kepada Allah, salah satunya ketika sedang berada dalam situasi
hidup yang kurang menguntungkan.
2 raja-raja 20:1-12 menceritakan tentang Raja
Hiskia yang sakit keras; dan keterangan Alkitab mengatakan bahwa “Hiskia tidak
akan sembuh lagi” alis tunggu saatnya
untuk mati.
Hancur sudah harapan dan sia-sialah setiap usaha yang telah
dilakukan untuk memperoleh kesembuhan, jika ternyata kita tahu bahwa hidup kita
tinggal beberapa saat lagi. Kali ini, Hiskia benar-benar tahu bahwa hidupnya
tidak akan lama lagi – dan apa yang dia tahu bukan dari keterangan atau vonis
tabib spesialis kerajaan, tetapi nubuat Allah melalui Nabi Yesaya. Saya kira,
kalau yang mengatakan adalah suster/mantri
yang bertugas di jemaat anda, kemungkinan untuk mencari dokter yang lebih ahli
masih bisa diupayakan; tetapi kalau itu adalah keputusan yang Maha Kuasa –
bagaimana menurut saudara ? Masih adakah pengharapan ? kemana hedak kita
melarikan diri ?
Biarlah Alkitab yang menjawabnya:
Demikian dikatakan dalam Ibrani 6:18 “supaya
oleh dua kenyataan yang tidak berubah-ubah, tentang mana Allah tidak mungkin
berdusta, kita yang mencari perlindungan, beroleh dorongan yang kuat untuk
menjangkau pengharapan yang terletak didepan kita”
Hiskia sungguh menyadari bahwa
Keputusan Allah, tetaplah keputusan Allah dan tidak bisa terbantahkan oleh
siapapun, tetapi apa yang terjadi selanjutnya: dikatakan pada ayat 2,3 …”Lalu Hiskia memalingkan mukanya ke arah
dinding dan ia berdoa kepada TUHAN: “Ah TUHAN ingatlah kiranya, bahwa aku telah
hidup dihadapan-Mu dengan setia dan dengan tulus hati dan bahwa aku telah
melakukan apa yang baik dimata-Mu.”kemudian menangislah Hiskia dengan sangat.
Doa merupakan unsur vital bagi orang percaya, dalam doa kita
bergabung dengan TUHAN dalam suatu ikatan spiritual yang kudus, khidmat, dan
menunggu penilaian Tuhan terhadap semua yang pernah mengambil bagian dalam
seluruh langkah hidup kita (bnd. Yeremia 18:7-10). Pergumulan Hiskia
mengajarkan sesuatu yang sangat penting dan menentukan bagi kita yang diterpa
dengan rupa-rupa persoalan hidup, bahwa: Tuhan yang Maha Kuasa dan Maha
pengampun adalah Dia yang sedang menunggu, pengakuan yang jujur, serta
kesungguhan untuk melakukan apa yang baik di mata Tuhan. Kesembuhan Hiskia,
memperlihatkan Keagungan Kasih Tuhan, yang tidak tega melihat umatnya menderita
dan mati karena dosa, dan tanpa pengharapan.
Orang percaya adalah kita semua
dalam seluruh kelemahan dan keterbatasan diri, perlu mempunyai keyakinan Iman
yang teguh, bahwa Allah sedang memperhatikan dan mengetahui apa yang terjadi
dalam seluruh perjuangan kita – dan Dia yang mengetahui, adalah juga Allah yang
sangat peka terhadap pengalaman-pengalam hidup, dan keberdosaan umat yang
sering mengeluarkan air mata dikala sedang menderita, tetapi lebih banyak air
mata takut mati, ketimbang penyangkalan diri; tetapi kalau sedang sehat membuat
orang lain mengeluarkan air mata.
Nubuat Allah melalui Yesaya, lebih
jauh menunjukan bahwa: Siapapun kita, yang berada dalam berbagai-bagai duka,
membutuhkan juga pertolangan Allah yang memakai hamba-hambanya untuk menyatakan
kuasaNya (bnd. Yakobus 5:14-15).
Ini kemudian menjadi peringatan
bagi orang percaya agar tidak menjadi sombong rohani, yang merasa doanya lebih
berkhasiat dari orang lain, dan bagi kita yang telah mengalami jamahan tangan
Tuhan, sembuh dari penyakit dan berbagai duka lainnya; Sudah sepatutnya
menjadikan Doa bukan semata-mata ritual yang simbolik, atau bagian dari liturgi
ibadah keluarga, unit-unit pelayanan dalam jemaat, Ibadah Minggu digereja dan
lainnya; seperti rutinitas yang berulang-ulang dan membosankan bagi sebagian
orang yang kurang betah mengikuti ibadah, tetapi kalau sedang sekarat: menaikan
doa permohonan minta ampun, minta kesembuhan, minta di berikan anak, minta
kesuksesan, minta diberikan jodoh dan permintaan lainnya yang banyak-banyak.
Tetapi lebih dari itu; Doa haruslah juga menjadi tindakan yang
nyata dalam keseharian hidup.
Titik tolak pengharapan orang
percaya adalah iman. Yaitu Iman yang berdoa dan berharap secara penuh, kepada
tindakan Allah yang akan mengambil bagian dalam hidup selanjutnya.
Bagi orang percaya, hanya dengan kesungguhan imanlah; kita diberanikan
untuk memasuki masa depan yang lebih berpengharapan bersama keluarga dan orang
lain, meskipun harus mengalami perjuangan dan pergumulan hidup yang berat. Semoga !!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar