Jumat, 17 Mei 2013

@mu7iaraha7i


Okterlians Tapilouw
Jika jalan hidupmu redup atau gelap, maka buatlah jalanmu sendiri dan terangi jalanmu jangan menunggu orang lain terangi jalanmu.
Anda tidak bisa kembali ke masa lalu dan mengubahnya tapi anda bisa berdamai dengan masa lalu untuk menyongsong masa depan.
Jangan menyesali tindakanmu yang salah karena itu mengajarkan kamu untuk lebih teliti.
Cinta yang tumbuh dari kebutuhan tidak pernah lebih besar daripada kebutuhan yang tumbuh dari cinta. (Mario Teguh)
Jadilah orang terhormat semata-mata untuk dirimu sendiri.
Banyak orang tua tidak mampu mengeluarkan mutiara yang terpendam dalam diri anak-anaknya sendiri karena hanya terfokus pada mutiara milik anak orang lain.
Jangan pernah menyerah dengan keadaan yang sedang dihadapi; optimislah karena optimes membuat kita kuat untuk menantang masa depan yang penuh tantangan.

Kamis, 16 Mei 2013

Kata-Kata Bijak


Kata Bijak : Orang sukses menjadi bukti, orang gagal selalu menunggu bukti” Ayo Buktikan anda bisa
Nilai Manusia yang paling dilihat adalah ibadahnya
Berpengetahuan itu tidak otomatis berilmu, sebagaimana mengetahui itu tidak sama dengan memahami
Orang yang paling berkuasa adalah yang menguasai dirinya sendiri
Cinta tidak pernah pergi orangnyalah yang pergi
SENJATA DAN KEMATIAN HANYA MENUNDUKAN SEBAGIAN HAL, TETAPI CINTA MENUNDUKAN SEMUA HAL
Dimana ada dusta tak mungkin ada cinta,,,,,yang ada Cuma penyesalan dikemudian hari,,,,kalau sudah menderita.
Kebahagiaan itu adalah kamu, bukan tentang orang-orang lain, tetapi tentang dirimu sendiri
Jujur kadang menyakitkan tapi tidak membunuh, berbohong mungkin menolong tetapi tidak menyembuhkan
Menabung hanya mempertahankan kekayaan, tetapi infestasi menambah kekayaan
Belajarlah untuk berpikir besar, tetapi berlatilah juga untuk bahagia dengan hal-hal kecil

Kamis, 09 Mei 2013

Sket Map Jemaat GPM Rumahtita


Sket Map Waihatu


PETA HONITETU


BAGAIMANA SEHARUSNYA KITA HIDUP !!!



"Hiduplah untuk hari ini, kesusahan sehari untuk hari itu" ; seperti kita tidak mungkin makan dan minum hari ini untuk hari besok. Karena itu, apa yang harus kita lakukan selanjutnya adalah menyerahkan segala kekuatiran kepada Tuhan yang memelihara kita setiap hari (bc. 1 Ptr 5:7).

Pada suatu kesempatan, Seorang bapak pernah mengatakan kepada saya:  "Karena Hujan terus-menerus, dan tidak bisa bekerja di kebun - Katanya: “Katong Nanti bagaimana”….. ini tidak beda dengan kuatir hari esok; kuatir tidak bisa mengolah lahan dengan baik, kuatir tidak ada persediaan makanan di rumah ,,,, padahal hujan akan berhenti pada waktunya . Kita masih diberi kesempatan hari ini untuk melakukan ini dan itu – jadi kerjakanlah apa yang bisa kita kerjakan hari ini: "mungkin meluangkan waktu untuk bersama dengan isteri dan anak-anak, memperbaiki atap rumah yang bocor, mengarahkan anak-anak untuk rajin belajar demi masa depan mereka atau hal-hal lainnya yang biasa dianggap sepele padahal sangat menentukan perjalanan hidup sebuah keluarga.

Hari esok memang penting juga, dan begitu pentingnya sehingga anak-anak kita harus bersekolah, kita harus bersusah payah membanting tulang, bahkan ada yang bekerja ganda ,,,,, tetapi pada waktunya kebanyakan dari kita yang sering terlena dengan hari esok itu tidak menikmati hasil dari jerih payahnya yang belum selesai, jadi bagaimana !!! mmmmmm !!!

Saran..........: ' kerjakanlah apa yang bisa kita kerjakan hari ini, toh ada manfaatnya untuk hari esok'.

Selasa, 23 April 2013

FUNGSI SOSIAL POLITIK PELAYAN GEREJA (Catatanku)

Oleh: Pdt. M. O. Tapilouw


Gereja bukanlah sebuah organisasi politik atau Lembaga Politik; Gereja tetaplah Gereja hal ini begitu penting sehingga jika ada Pelayan Gereja/Pendeta ingin berpolitik atau ‘bermain politik’[1] jangan digereja – sama seperti jangan anda bermain Basket di lapangan Golf. Meskipun begitu, Gereja tetap memiliki tanggungjawab politik; dalam artian gereja”berpolitik” tetapi tindakan politisnya dilakukan dengan kesadaran penuh dalam fungsinya sebagai gereja.
Yesus Kristus yang di Imani oleh semua orang percaya adalah ‘pemilik kosmos’ (bnd. Yoh. 1:3, 11; bc. Kolose 1:6). Jadi,,,,,,,,, semua orang harus memberlakukan kehendak Tuhan dibidang politik, terlebih gereja.

Calvin
Menurut Calvin, gereja mempunyai tanggungjawab politik, dan Negara mempunyai tanggungjawab etis teologis. Itu berarti, gereja mempunyai fungsi kritis atau fungsi nabiah di segala bidang kehidupan termasuk dalam kehidupan politik.

Dietrich Benhoeffer dalam bukunya “Ethics” : “Adalah merupakan bagian dari tangungjawab gereja untuk memperingatkan manusia agar melawan dosa; oleh karena kebenaran meninggikan derajat bangsa, baik dikefanaan maupun  di keabadian, tetapi dosa adalah noda bangsa’ (Amsal 14:34). Apabila Gereja tidak melakukan ini, maka ia harus ikut menanggung kesalahan yang dilakukan oleh si jahat (Yehezkiel 3:17 ss). Peringatan melawan dosa ini harus disampaikan secara terbuka kepada jemaat maupun kepada masyarakat luas, dan barang siapa tidak mau mendengarkannya menimpakan kejahatan ke atas diri mereka sendiri’.

Fungsi dan Peran Pelayan Gereja
Berdasarkan beberapa pikiran diatas, maka dapat dikatakan bahwa: Alangkah bijaksananya jika Pelayan Gereja/Pendeta tidak terliibat dalam ‘politik praktis’.
Hal ini sangatlah penting sebab ada beberapa kemungkinan yang bisa saja terjadi jika Pelayan Gereja/Pendeta terlibat dalam ‘politik praktis’.
·         Sangat mungkin akan menyulitkan ia dalam tugas-tugas penggembalaannya.
·         Bisa jadi jika seorang pendeta menjadi anggota partai politik tertentu – sangat mungkin memperlakukan anggota jemaat yg berlainan partai bukan sebagai domba melainkan  ‘lawan politik’.
·         Kemungkinan lainnya adalah ia akan memasukan agenda politik dari partainya ke dalam tugas gerejawinya.
Semua orang, termasuk ‘pejabat gereja/pendeta’ mempunyai hak dan kebebasan politik; Namun seorang ‘pejabat gereja’ harus memahami panggilan utamanya sebagai seorang gembala – karena itu, sangatlah bijaksana jika ia tetap mempertahankannya  agar dapat melaksanakan fungsi sosial-politik gereja secara baik, yakni : 1) mengarahkan umat/warga jemaat agar dapat melaksanakan fungsinya sebagai warga masyarakat dan atau warga Negara dengan baik dan penuh tanggungjawab. 2) memperlengkapi warga jemaat yang hendak terjun di bidang politik sehingga dapat melaksanakan perannya sebagai orang Kristen yang baik dan bertanggungjawab.......!



[1] Fungsi Sosial-Politik (Jabatan)Gereja; Pdt. Eka Darmaputera, Ph.D, Hal. 281