"Hiduplah untuk hari ini, kesusahan sehari untuk hari itu" ;
seperti kita tidak mungkin makan dan minum hari ini untuk hari besok. Karena itu, apa yang
harus kita lakukan selanjutnya adalah menyerahkan segala kekuatiran kepada
Tuhan yang memelihara kita setiap hari (bc. 1 Ptr 5:7).
Pada suatu kesempatan, Seorang bapak pernah mengatakan kepada saya: "Karena Hujan
terus-menerus, dan tidak bisa bekerja di kebun - Katanya: “Katong Nanti bagaimana”….. ini tidak
beda dengan kuatir hari esok; kuatir tidak bisa mengolah lahan dengan baik, kuatir tidak
ada persediaan makanan di rumah ,,,, padahal hujan akan berhenti pada
waktunya . Kita masih diberi kesempatan hari ini untuk melakukan ini dan itu –
jadi kerjakanlah apa yang bisa kita kerjakan hari ini: "mungkin meluangkan waktu untuk bersama dengan isteri dan anak-anak, memperbaiki atap rumah yang bocor, mengarahkan anak-anak untuk rajin belajar demi masa depan mereka atau hal-hal lainnya yang biasa dianggap sepele padahal sangat menentukan perjalanan hidup sebuah keluarga.
Saran..........: ' kerjakanlah apa yang bisa kita kerjakan hari ini, toh ada manfaatnya untuk hari esok'.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar